Bantu Tracing dan Tracking Covid-19, Kemkominfo Gunakan Aplikasi TraceTogether

Salah satu hal paling penting untuk mengurangi penyebaran covid-19 adalah dengan melakukan tracing dan tracking ke pasien yang telah dinyatakan positif corona. Setelah itu, dilakukan proses isolasi agar virus tidak semakin menyebar. Namun nyatanya, proses tracing dan tracking tersebut cukup sulit untuk dilakukan.

Maka dari itu, pada Jum’at kemarin Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) merilis aplikasi bernama TraceTogether untuk melakukan tracing dan tracking pasien Covid-19.

Johnny G. Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informasi mengumumkan bahwa aplikasi TraceTogether dibuat oleh operator seluler di Indonesia dan sudah beroperasi per 27 Maret 2020

Johnny berharap, dengan aplikasi tersebut, pemerintah bisa mengetahui hasil tracing dari si pasien Covid-19, termasuk melakukan tracking, fencing (pembatasan ruang gerak), dan warning (pemberian peringatan) kepada yang bersangkutan jika melewati lokasi isolasinya.

“Upaya terpadu survelans Covid-19 menggunakan aplikasi TraceTogether yang dikembangkan operator telekomunikasi dan akan terpasang pada smartphone milik pasien Covid-19 untuk memberikan penanganan darurat apabila diperlukan. Aplikasi juga dapat melakukan tracing, tracking, fencing, serta dapat memberikan warning jika melewati lokasi isolasinya,” kata Johny dalam konferensi pers yang ditayangkan secara livestreaming, Kamis (26/3/2020) sore.

Bantu Tracing dan Tracking Covid-19, Kemkominfo Gunakan Aplikasi TraceTogether

Cara Kerja Aplikasi Trace Together

Johnny pun sedikit menjelaskan, aplikasi Trace Together tersebut dapat  memberikan riwayat pergerakan pasien Covid-19 selama 14 hari ke belakang.

Adapun cara kerjanya adalah para pasien positif Covid-19 cukup memberikan nomor teleponnya secara sukarela untuk dilakukan tracing dan tracking riwayat 14 hari terakhir.

“Para pasien yang positif Covid-19 memberikan nomor teleponnya dan secara sukarela dan berdasarkan nomor telepon itu nanti Kemenkes yang akan melakukan tracing dan penelitian dan interaksi secara langsung dengan pasien,” Ujar Johnny.

“Aplikasi ini juga terhubung dengan operator seluler lainnya untuk menghasilkan visualisasi yang sama,” imbuhnya.

Selanjutnya, menurut Johnny setelah hasil tracking dan tracing keluar, semua nomor smartphone di sekitar pasien positif Covid-19 yang terdeteksi melalui operator, akan diberikan peringatan untuk segera menjalankan protokol ODP, yakni isolasi diri selama 14 hari.

Tak hanya itu saja, Johnny juga menyebut bahwa pemerintah akan memonitor berkumpulnya orang melalui data pergerakan smartphone yang didapat dari data BTS selama masa social distancing ini.

Kemudian nomor pengguna yang terdeteksi akan mendapatkan peringatan melalui SMS blast agar tetap mematuhi protokol masa darurat.

Petugas menyiapkan perlengkapan ruang isolasi Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Hingga saat ini, RS Darurat Penanganan COVID-19 elah hampir 100 persen rampung.

Pemberlakuan aplikasi TraceTogether untuk mendeteksi mengurung pergerakan Covid-19 ini merupakan hasil kerja sama Kemkominfo, Kemenkes, Kementerian BUMN, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menkominfo menyebut penggunaan aplikasi TraceTogether, berlaku sesuai dengan Keputusan Menkominfo No.159 tahun 2020 mengenai Penanganan Covid-19 Melalui Dukungan Sektor Pos dan Informatika.

Agar masyarakat tidak panic, Johnny  memastikan bahwa keputusan menteri ini bersifat khusus dan hanya berlaku untuk kondisi darurat wabah hingga pemerintah menyatakan kondisi telah kondusif dan keadaan darurat diakhiri.

Leave a Reply