Gunakan Dark Mode pada Gadget? Sesuaikan Dengan Kenyamanan

Setelah aplikasi media sosial asal Amerika Serikat, WhatsApp, merilis tema gelap (dark theme) untuk para penggunanya pada awal maret lalu, kini hampir semua aplikasi yang di miliki oleh pengguna android maupun iPhone telah dilengkapi dengan fitur tersebut

Mode gelap (Dark Mode) di percaya memiliki banyak manfaat bagi pengguna smartphone. Antara lain menghemat energi hingga menyehatkan mata, namun apakah anggapan itu betul? Apa yang perlu diketahui sebelum memasang mode gelap di gawai?

Simak pembahasannya dibawah ini

Gunakan Dark Mode pada Gadget? Sesuaikan Dengan Kenyamanan

Dark Mode, Manfaat dan Kerugiannya

Seperti namanya, dark mode menjanjikan tampilan teks putih di atas latar belakang hitam. Kebalikan dari dark mode, light mode, menampilkan teks hitam di atas latar belakang putih.

Dark mode lebih dipilih orang dari segi estetikanya. Sebab sering kali, warna hitam dikaitkan dengan kharisma, pesona, sifat misterius, dan kekuatan. Itulah kenapa untuk perangkat teknologi seperti laptop ataupun ponsel seringkali warna hitam lebih di minati.

Kelebihan dark mode selanjutnya adalah tidak memakan daya. Hal tersebut terbukti dari sebuah uji coba yang dilakukan oleh PhoneBuff terhadap iPhone XS Max. Setelah membuka berbagai aplikasi “berat” seperti Twitter, Facebook, dan YouTube dalam tampilan dark mode, ternyata iPhone,yang selama ini terkenal akan baterainya yang super boros, dapat menghemat baterainya hingga 30 persen setelah memasang mode gelap

Namun jika ingin mendapat kelebihan ini, smarphone atau gawai yang dimiliki memang harus dilengkapi dengan tampilan AMOLED atau OLED. iPhone XS Max sendiri dilengkapi dengan tampilan OLED, sehingga dark mode benar-benar bekerja.

Kelebihan selanjutnya benar-benar menjadi daya tarik dark mode yang justru datang dari segi kesehatan. Dark mode dipercaya dapat menjaga mata tetap sehat meskipun menggunakan gawai untuk waktu yang cukup lama

Melalui sebuah riset gabungan pada 2018 yang bertajuk “Reading and Myopia: Contrast Polarity Matters” oleh Aleman, Wang, dan Schaeffel, tampilan dark mode terbukti menjaga mata tetap sehat di tengah penggunaan gawai jangka panjang, apalagi di waktu malam. Dark mode menjaga mata dari bahaya rabun jauh (miopi). Rabun jauh disebabkan oleh penipisan lapisan koroid yang menyuplai oksigen ke retinamu.

Namun sayangnya, kekurangan terbesar dari tampilan dark mode adalah cukup menyusahkan penggunanya di sektor literasi.

Menurut sebuah riset gabungan pada 2007 oleh Baumgartner dan Buchner bertajuk “Text–background Polarity Affects Performance Irrespective of Ambient Illumination and Colour Contrast”, ternyata light mode lebih disukai dibandingkan dark mode saat dites untuk kegiatan literasi. Tampilan light mode memudahkan pengguna untuk tetap fokus pada teks, sedangkan dark mode malah sebaliknya.

Hal itu disebabkan karena selama ini kegiatan menulis dan membaca selalu dilakukan di atas kertas putih. Oleh karena itu, dark mode terkesan asing untuk mata kita yang terbiasa membaca teks hitam pada tampilan putih.

Sehingga jika ingin mendapat hasil yang maksimal, solusi terbaiknya adalah 50:50, baik light mode dan dark mode sama-sama penting. Jika kamu mengidap insomnia dan suka menggunakan gawaimu di waktu malam, dark mode boleh diaktifkan. Selain tidak merusak mata, kamu akan cepat tertidur karena tampilan gelapnya.

Sebaliknya, jika kamu sering beraktivitas di luar, light mode lebih disarankan karena tampilan dark mode akan “kalah” dengan cahaya matahari.

Leave a Reply