Heboh, Beredar Email Phising tentang Virus Corona Berisi Malware, Para Pakar Beri Peringatan

Kehebohan virus corona di bidang kesehatan kini telah banyak dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. Selain berbagai berita hoaks yang beredar, kini headline virus corona pun di manfaatkan untuk melakukan aksi peretasan.

Pada intinya para pelaku memanfaatkan ketakutan masyarakat terhadap serangan virus corona.

Beberapa waktu lalu, di Jepang ditemukan sejumlah malware yang disebarkan melalui email dengan teknik phising.

Dalam email yang dikirim ke korban, pelaku pun menyisipkan malware berekstensi .txt, .pdf, .exe, dan lain-lain. Korban yang telah menjadi target pun kemudian diiminta mengunduh dan membuka file yang memuat malware tersebut. Selanjutnya setelah  korban mengunduh dan membuka file tersebut, pelaku berharap akan dapat masuk ke sistem komputer dan mengambil alih.

Heboh, Beredar Email Phising tentang Virus Corona Berisi Malware, Para Pakar Beri Peringatan
Menyamar jadi File Virus Corona ,Rusak Komputer

Pakar keamanan siber Pratama Persadha memberi keterangan sekaligus kepada Tekno Liputan6.com.

Menurutnya, upaya peretasan yang mendompleng wabah virus corona ini sangat berbahaya. Pasalnya, pemberitaan virus corona begitu heboh dan sudah mendunia serta menjadi pusat perhatian. Dengan begitu pelaku akan memungkinkan pelaku  dapat mengelabui targetnya untuk mengunduh dan membuka file yang disisipkan Trojan maupun malware.

“Pelaku tahu benar calon korban akan mengunduh dan membuka file. Karena tulisan di email pelaku berisi imbauan cara menghindari wabah virus corona, para korban sangat tertarik untuk membukanya. Cara ini jelas lebih efektif dibanding email phising berisi iming-iming hadiah,” ujar chairman lembaga riset siber CISSReC tersebut.

Maka dari itu, Ketika menerima email semacam ini, dirinya mengimbau agar masyaraka mengecek terlebih dahulu siapa pengirimnya. Para pelaku umumnya menyamarkan diri seolah-olah sebagai lembaga resmi, yang keaslian alamat email itu bisa diperiksa dan dicocokkan dengan informasi kontak resmi di situs web lembaga yang bersangkutan.

“Paling penting jangan sampai mengunduh dan membuka file. Itu adalah jalan masuk malware ke smartphone dan komputer kita. Sekali masuk, malware bisa mengambil username dan password akun-akun kita,” terang pria asal Cepu jateng ini.

Tak cukup hanya itu saja, Pratama juga menyarankan agar masyarakat  juga memperbarui program antimalware atau antivirus di perangkat internet mereka , tak lupa perlu juga untuk memperbarui patch sistem operasi yang paling aktual.

Perlu di ingat bahwa email palsu ini tidak hanya berbahaya karena memuat malware, tetapi juga membawa hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat. Oleh sebab itu, Pratama berharap lembaga negara seperti Cybercrime Polri, BSSN, Deputi Siber BIN, dan Kemkominfo dapat saling bekerjasama untuk melakukan aksi pencegahan terhadap aksi merugikan masyarakat ini.

Leave a Reply