Indonesia Bisa Gunakan Sistem IT Corona Korsel, Asalkan Bisa Begini

Pengamat TIK dari Menara Digital, Anthony Leong mengatakan bahwa Indonesia bisa menerapkan big data maupun georeference dalam penanganan covid-19. Manfaat big data dan georeference sangat luas, salah satunya dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien terjangkit Covid-19. Dengan demikian, pemerintah bisa mengidentifikasi orang dalam pengawasan (ODP).

Penerapan dari Big data dan georeference tersebut bisa dengan memanfaatkan system aplikasi. Anthony berpendapat bahwa Indonesia sebenarnya sudah menerapkan kedua teknologi tersebut dalam aplikasi PeduliLindungi dan 10 Rumah Aman.

Akan tetapi, kedua aplikasi tersebut harus melibatkan dan berkoordinasi banyak pemangku kebijakan agar sistem teknologi informasi bisa menggunakan data-data dari seluruh pemangku kebijakan yang terkait.

Sebagaimana yang juga disampaikan oleh pakar digital dari Vaksin.com Alfons Tanujaya bahwa Indonesia telah memiliki kemampuan untuk mengelola Big Data. Namun menurutnya hal tersebut masih belum diimbangi dengan koordinasi  dan keterlibatan banyak pemangku kebijakan yang dinilai kurang sehingga terkesan berjalan sendiri-sendiri.

“Dari sisi teknis Indonesia memiliki kemampuan untuk mengelola Big Data. Usaha itu sudah terlihat dari banyaknya inisiatif dan aplikasi yang diluncurkan seperti PeduliLindungi dan 10 Rumah Aman.” ujar Alfons.

Tak hanya itu saja, Alfons juga menyoroti minimnya optimalisasi georeference dan Big Data dalam PeduliLindungi. Sebab didalam aplikasi PeduliLindungi tidak memiliki fitur yang bisa membuat pengguna membagikan kondisi nyata di sekitar lingkungan. Akan tetapi riwayat perjalanan yang disimpan di PeduliLindungi baru dapat diakses otoritas apabila pengguna terjangkit corona.

“Peduli lindungi termasuk aplikasi georeference dan big data namun implementasi dan aplikasinya masih belum optimal. PeduliLindungi hanya aktif di latar belakang dan tidak memberikan value added yang nyata bagi penggunanya,” ujar Alfons.

Indonesia Bisa Gunakan Sistem IT Corona Korsel, Asalkan Bisa Begini
Tantangan Penerapan Teknologi Hadapi Corona

Jika menengok Korea Selatan yang memang terkenal dengan penggunaan teknologi dalam penanganan covid-19 di negaranya, mereka memiliki platform dan aplikasi berteknologi big data yang dapat dijadikan sebagai platform sistem suplai masker bagi kebutuhan publik. Dengan begitu, pemerintah Korea Selatan dapat mengetahui jumlah stok masker untuk apotek.

Di Indonesia sendiri, Alfons menilai pemerintah bisa menerapkan hal serupa, asalkan memiliki data yang bisa diandalkan. Salah satu syaratnya adalah produk Internet of Things (IoT) sudah diterapkan secara massal.

“Secara teori mungkin ini bisa diimplementasikan kalau IoT sudah aktif dan produk-produk yang ingin di pantau sudah memiliki identifikasi,  jadi perjalanan produk otomatis akan termonitor dan terpantau bahkan sampai ke pengguna akhir,” kata Alfons.

Pemerintah juga harus cerdik dalam mendapatkan data-data yang bisa diandalkan, mengingat sebenarnya Indonesia sudah memiliki data yang tersimpan di instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta.

“Data sebenarnya sudah ada dan hanya perlu ahli atau analis yang mengerti di mana mendapatkan data ini dan bagaimana mengolahnya sehingga menjadi berguna.” Ujar Alfons.

Leave a Reply