Jaringan Smarfren 5G Untuk Ibukota Baru Negara Indonesia?

Jaringan Smarfren 5G Untuk Ibukota Baru Negara Indonesia?

Jaringan Smarfren 5G Untuk Ibukota Baru Negara Indonesia?

Seperti yang sudah di ketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia bahwa ibukota Negara tercinta akan segera di pindah dari kota Jakarta yang di nilai sudah tidak kondusif lagi untuk di jadikan pusat pemerintahan.

Bapak Presiden Republik Indonesia, Jokowi, telah menyiarkan secara langsung dan mengumumkan bahwa pemerintah telah menetapkan Daerah Penajem Paser Utara dan Sebagian Kutai Negara Sebagai Ibukota baru Negara Indonesia.

Dengan agenda pemindahan ibukota ini tentunya semua bidang usaha segera bersiap untuk dapat bersaing dengan segala perubahan yang berimbas pada usaha nya. Salah satunya bidang telekomunikasi.

Tentu saja komunikasi dan informasi sangatlah penting bagi kegiatan pemerintahan. Dibutuhkan kesiapan dan kelengkapan fasilitas untuk menyambut ibukota baru di pulau Kalimantan tersebut.

Smartfren sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi yang paling berkembang pesat akhir akhir ini pun turun menyampaikan bagaimana tanggapannya terhadap pemindahan ibukota tersebut dengan upaya perusahaan smartfren.

Pihak smarfren sendiri mengaku sudah siap untuk membangun jaringan 5G di ibukota baru yaitu di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Bisa dibayangkan jika kecepatan internet dan telekomunikasi di ibukota terfasilitasi dengan baik, maka kegiatan pemerintahan pun juga akan terkena imbas yang positif terutama dalam hal kecepatan kinerja mereka.

Namun demikian, Vice President Technology Relations and Spesial Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo menyampaikan bahwa membangun jaringan 5G bagi smartfren sendiri mudah untuk di lakukan. Akan tetapi juga butuh partisipasi dari pemerintah untuk mempersiapkan kebutuhan dibangunnya jaringan 5G seperti ijin dan alokasi frekuensi.
“Bisa, enggak ada masalah. Selama syarat-syarat dasarnya dipenuhi seperti pemerintah sudah siap belum untuk memberikan ijin dan alokasi frekuensinya dan kita tunggu,” ungkapnya saat di wawancara oleh media di The Tribata, Jakarta, Selasa (3/9).

Menurut Munir, pengadaan jaringan 5G sesungguhnya bisa mudah terlaksana asalkan ada permintaan dari masyarakat. Setelah itu barulah butuh kesiapan dalam hal perizinan yang menjadi wewenang pemerintah.
“Kita sinergi tunggu dari pemerintah bagaimana apakah sudah dialokasikan. Kalau masalah teknologi kan tergantung kesiapan Smartfren dan strateginya tidak ada masalah. Kapan saja Smartfren bisa deploy (membangun jaringan 5G), tapi kalau ijinnya ada dan pasarnya sudah siap,” lanjutnya.

Uji Coba Penerapan 5G

Uji coba penerapan 5G sendiri sebenarnya sudah pernah di lakukan oleh Smartfren, ZTE, dan juga Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di indstri manufaktur, yakni di salah satu pabrik yang terletak di Marunda, Jakarta Utara.

Untuk melakukan uji coba penerapan teknologi 5G ini secara umum menggunakan frekuensi khusus, yakni frekuensi 28 GHz. Karena pada saat uji coba 5G, kecepatan maksimal (peak throughput) bisa mencapai 8,7 Gbps.

Pada saat uji coba di lakukan, Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys menjelaskan bahwa teknologi yang ditujukkan dalam uji coba adalah dengan cara memasang kamera 360 derajat di jalur logistik pengiriman barang PT. Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk.

Dimana Kamera tersebut terhubung dengan jaringan 5G sehingga dapat menghubungkan tampilan kamera ke headset virtual reality secara real time (waktu sebenarnya).

Di PT. Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk, hampir secara keseluruhan semua proses operasi penyimpanan barang dilakukan dengan menggunakan teknologi robot. Oleh karena itu, dengan menggunakan headset VR, pengguna bisa berdiri di tempat dimana kamera terpasang sehingga pengguna bisa langsung memantau di area logistic tersebut

Lebih lanjut lagi, Merza mengatakan apabila operator menemukan bukti terdapat kesalahan pada sistem di jalur logistik dan pengiriman tersebut, maka operator / pengguna dapat segera meluncurkan drone pemantau. Tak lupa, drone yang di kirim telah dilengkapi dengan kamera agar dapat menemukan masalah apa yang ada dan di kendalikan dengan menggunakan remote.

 

Leave a Reply