Pengaruh Teknologi Pada Perilaku Konsumsi

Jangan heran jika zaman sekarang kebanyakan orang lebih memilih membeli barang barang lewat aplikasi belanja online daripada datang langsung ke toko toko mencari barang yang hendak di beli.

Anda juga harap memaklumi jika sekarang lebih banyak orang yang senang memesan makanan lewat aplikasi daripada harus repot masak sendiri.

Itulah salah satu contoh kecil perubahan pada pola perilaku masyarakat Indonesia akibat perkembangan teknologi yang makin hari makin maju dengan berbagai penemuan dan inovasi.

Teknologi telah merubah banyak hal dalam aktivitas dan budaya masuarakat. Perekembangannya yang pesat dapat merubah berbagai aspek kehidupan manusia dalam jangka waktu yang singkat.

Aspek aspek kehidupan yang terkena dampak dan pengaruh teknologi ada banyak sekali, mulai hal besar berkaitan dengan pendidikan hingga hal paling sepele seperti bagaimana cara mendapatkan makanan.

Kini dalam hitungan menit, orang bisa mendapatkan makanan yang ingin di makan tanpa harus repot keluar rumah dan mengantri.

Semua itu bisa di dapatkan hanya dengan memainkan jari jari tangan di sebuah aplikasi pada smartphone yang hampir semua orang punya.

Fenomena tersebut menimbulkan sebuah tren baru yang berdampak luas pada pertumbuhan industry makanan dan minuman konvensional yang sekarang mengalami pelambatan.

Industry makanan dan minuman konvensional sering anda lihat sehari hari di sekitar anda baik di pinggir jalan dalam bentuk rumah makan/ minimarket.

Hal itu di perkuat dengan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan industry makanan dan minuman konvensional turun dari 5,36 % tahun 2017 menjadi 4,81 % pada tahun 2018.

Jika di bandingkan dengan dengan pasar makanan online di Indonesia tentu terbalik karena pertumbuhannya kini terus meroket.

Menurut laporan google tahun 2016 pasar online food di perkirakan akan naik dari 0,9 milyar menjadi 3,7 milyar pada tahun 2018

Go Food Sebagai Aplikasi Pesan Antar Terbaik Di Indonesia

Pengaruh Teknologi Pada Perilaku Konsumsi

Hal tersebut sejalan dengan penelitian yang di lakukan kepada masyarakat yang tinggal di Jabodetabek, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, dan juga Makassar dimana 95% masyarakat yang tinggal lebih senang menyantap makanan siap santap daripada memasak. Sedangkan 58% diantaranya memilih memesan makanan menggunakan aplikasi pesan antar makanan

Sebuah penelitian pun kembali di lakukan untuk melihat preferensi masyarakat dari 4 layanan pesan antar makanan yang termasuk paling besar di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat paling banyak memilih aplikasi gofood sebagai aplikasi pesan antar makanan terbaik di Indonesia.

Riset tersebut dilakukan oleh Nielson dan mendapat tanggapan langsung dari kepala Officer Gojek Group Chaterine Hindra Sutjahyo. Dirinya mengatakan factor utama yang membuat GoFood sukses merebut hati pasar adalah karena mereka mengerti dan memahami apa yang di inginkan oleh konsumen di Indonesia.

Cara yang mereka lakukan antara lain dengan memberikan diskon dan menerapkan teknologi Machine Learning saja, namun mereka juga turut mengaplikasikan pengalaman pengguna aplikasi untuk memberi kenyamanan dan kecepatan layanan yang lebih.

GoFood sendiri terus menjadi pemimpin pasar di bidang layanan food delivery dengan pasngsa pasar sebesar 75 % dalam waktu 4 tahun terakhir di Indonesia.

 

Leave a Reply