Persiapan Jaringan 5G untuk Ibu Kota Baru Indonesia

Ibu Kota baru yang kini tengah giat menggarap berbagai infrastruktur untuk persiapan pemindahan ibu kota tersebut tentu banyak menarik perhatian masyrakat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sebagai salah satu pihak yang sibuk mempersiapkan pembangunan ibu kota telah memastikan bahwa Ibu Kota baru nanti akan menjadi kota yang pintar dan di dukung dengan teknologi 5G.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menjelaskan bagaimana saat ini implementasi 5G di Indonesia memang masih sebatas pada tahap uji coba. Namun pemerintah telah berencana untuk menghadirkan 5G di tiga pita frekuensi yakni pita frekuensi rendah, tengah dan atas.

Persiapan Jaringan 5G untuk Ibu Kota Baru Indonesia

Jadikan Ibu Kota Baru Sebagai Kota Pintar

Sebagai catatan, untuk pita frekuensi rendah, spectrum yang tersedia sebelumnya berada pada kisaran 700 MHz. Sedangkan frekuensi tengah terdapat dua pilihan yakni 2,6 GHz serta 3,5 GHz. Adapun untuk frekuensi tinggi, pemerintah telah menyiapkan di 26 GHz sebagai frekuensi tambahannya.

“Saat ini kami memebrikan kesempatan operator untuk uji coba, di saat yang sama kami juga sedang menata frekuensi khusus untuk 5G di layer lower brang, middle ataupun higher” terang Johnny.

Sedangkan untuk infrastruktur telekomunikasi di Ibu Kota baru yakni kota Penajem Paser Utara dan Kutai Kertanegara kini tengah di siapkan teknologi yang paling canggih untuk mendukung Ibu Kota negara tersebut menjadi kota yang cerdas termasuk dengan menggunakan teknologi 5G.

Johnny pun juga berharap penerapan dari jaringan 5G itu dapat di realisasikan di Indonesia bahkan sebelum Ibu Kota Baru nanti resmi melakukan kegiatan operasi.

“5G sudah harus bisa di implementasikan paling lambat di Ibu Kota negara, tapi sebelum-sebelumnya juga pasti akan lakukan untuk beberapa industry real estate yang bisa menggunakan jaringan 5G” ujar Johnny.

Leave a Reply