Sinergi Teknologi Dan Pendidikan Di Indonesia

Menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia periode 2019-2024 yang baru, Nadiem Makarim tentu lebih di kenal public terkait keahliannya di bidang teknologi.

Kini ketika beliau menjabar sebagai menteri di bidang yang terbilang sangat baru dan mengejutkan, tentu tak heran jika banyak public yang penasaran dan mengantisipasi bagaimana kebijakan kebijakan yang akan beliau keluarkan.

Banyak warganet yang membuat guyonan soal pendidikan, nadiem makarim dan juga teknologi khususnya aplikasi gojek. Mulai dari pembayaran spp dengan gopay, antar jemput siswa dengan gojek hingga slogan kemendikbud menjadi go-kemendikbud.

Di balik guyonan tersebut, tentu saja public tetap menghormati keputusan presiden Jokowi yang menginginkan mendikbud baru bisa membuat terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM, yang siap kerja, siap berusaha, yang bisa berkaitan antara pendidikan dan juga industry.

Lalu dengan latar belakang teknologi yang di miliki oleh Nadiem, kira kira teknologi macam apa yang akan di gunakan dalam membuat kebijakan terobosan pendidikan masa kini? Simak ulasannnya di bawah ini

Sinergi Teknologi Dan Pendidikan Di Indonesia

Teknologi Supercomputer dan WhatsApp

Praktik penggunaan teknologi dalam mendukung pembelajaran baik menggunakan hardware atau software (aplikasi) di sebut dengan EdTech atau Education Technology.

Dalam konsep Education Technology tidak ada teknologi khusus yang dapat di gunakan untuk membantu proses belajar mengajar. Hal tersebut di sampaikan dalam publikasi Departemen Inggris berjudul “Realising the potential od technology in Education :A strategy for education providers and the technology industry”. Menurut publikasi tersebut, teknologi yang paling tepat di gunakan adalah teknologi untuk mengakomodasi kebutuhan

Teknologi tersebut juga berbeda antar satu institusi pendidikan dengan institusi lainnya.

Di Bolton College, terdapat teknologi supercomputer IBM Watson guna menciptakan asisten digital yang di namai Ada. Ada di klaim dapat menjawab lebih dari 2.500 ragam pertanyaan dan sanggup memberikan pelayanan kepada 11.000 mahasiswa di Bolton College.

Adapula system visualisasi 3D yang di gunakan oleh University of Wolverhampton dengan memberikan pembelajaran anatomi makhluk hidup.  Di Highfurlong School tempat anak anak bekebutuhan khusus, aad assistive technology semacam text-to-speech yang terdapat pada iPhone.

Tidak hanya inggris, pemanfaatan teknologi juga di lakukan di Nairobi ibukota Kenya. Dalam kegiatan belajar mengajar sekolah dasar ada teknologi khusus yang di beri nama Tusome, yakni berupa system analisis performa pengajaran.

Di India yang merupakan negara dengan jumlah anak anak terbanyak di dunia, permasalahan yang di hadapi adalah kekurangan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk itu pemerintah india menyediakan interactive smart-boards sebagai teknologi yang dapat membantu guru ketika harus mengajar di kelas A. Maka teknologi itu akan mengajar di kelas B.

Berbeda lagi dengan Pakistan, negara ini menggunakan teknologi yang sering kita gunakan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan belajar mengajar yaitu WhatsApp.

Pemanfaatan WhatsApp sebagai teknologi di bidang pendidikan di lakukan mulai fari mahasiswa hingga guru yang mengajar di sekolah dasar di kawasan terpencil Pakistan. Mereka menciptakan system knowledge-sharing peer –to-peer antar guru via WhatsApp.

Penggunaan WhatsApp dalam bidang pendidikan membuktikan bahwa untuk mendukung pendidikan tidah harus selalu menggunakan teknologi yang canggih. Mengingat masih ada banyak daerah yang terpencil dan bahkan belum mendapat sentuhan teknologi dasar.

Itu berarti penggunaan teknologi di bidang pendidikan sebaiknya juga menyesuaikan dengan subjek yang akan menjadi pengguna teknologi tersebut. Hal itu di maksudkan agar tujuan utama pendidikan dengan bantuan teknologi dapat tercapai dengan maksimal.

Leave a Reply