Teknologi Penurun Intensitas Hujan Jabodetabek

Prediksi hujan deras yang akan terus berlangsung di bulan Januari ini menjadi patokan bagi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk melakukan upaya penanggulangan dengan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Terbukti, operasi TMC tersebut telah berhasil menurunkan intensitas hujan dengan curah sedang hingga lebat yang seharusnya turun di wilayah Jabodetabek.

Dari laporan BPPT, hujan tersebu berhasil di turunkan di daerah perairan barat laut dan juga barat daya Jabodetabek.

Operasi ini pun juga mendapat dukungan dari TNI dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Untuk mengetahui teknologi modifikasi cuaca ini simak pembahasan di bawah ini

Teknologi Penurun Intensitas Hujan Jabodetabek

Tentang Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC)

  1. Tekan intensitas hujan hingga 40%

Teknologi penurun intensitas hujan ini telah di terapkan oleh BPPT sejak tanggal 3 Januari 2020 dengan tujuan untuk mengurangi curah huja yang masih tinggi diwilayah Jabodetabek.

Ternyata operasi teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ini menunjukkan hasil yang cikup positif.

Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, operasi modifikasi cuaca tersebut dapat menekan intensitas hujan hingga 40%.

“Kalau kita membandingkan dengan prakiraan, kita menganggap bahwa harapan kita untuk mengurangi intensitas hujan sampai 30-40 persen, itu kelihatannya menunjukkan hasil yang cukup signifikasn”ujar Reza

  1. TMC tetap di teruskan

Program TMC tetap akan terus di teruskan karena menurut prakiraan cuaca BMKG, udara basah dan juga bibit siklon dari arah Afrika masih akan terus terjadi.

“Tadi BMKG menyampaikan bukan hanya udara basah yang datang dari Afrika, tapi ada bibit-bibit siklon yang membawa angina kencang dan hujan yang lebat yang harus kita antisipasi dan kita mitigaasi lebih lanjut lagi.” Jelas Riza

  1. Tabur 32 ton garam kea wan

Sejak tanggal 3 Januari 2020, pihak BPPT telah menaburkan 32 ton garam ke langit untuk mencegah hujan ekstrem yang kira kira akan mengguyur Jabodetabek.

Hujan yang turun telah di modifikasi dengan penggunaan Natrium Klorida (NaCl) yang di tebarkan ke bibit awan menggunakan pesawat CASA 212-2—dan juga CN 295.

Operasi modifikasi cuaca di lakukan untuk mempercepat proses penurunan hujan sebelum hujan itu sampai di daerah Jabodetabek dengan melakukan penaburan /penyemaian garam.

  1. Kerjasama BPPT dan TNI

dalam proses operasi teknologi modifikasi cuaca tentunya tidak hanya cukup dengan perlindungan sati pihak saja. Buktinya, program tersebut sejatinya merupakan salah satu upaya yang di lakukan oleh NPPT dan juga TNI unutk penanggulangan bencana banjir di jabodetabek dan sekitarnyua.

Leave a Reply